Image of Tingkat kesejahteraan petani peserta program peremajaan kelapa sawit rakyat kasus di koperasi petani kelapa sawit jaya bersama Kabupaten Ogan Komering ilir, Sumatera Selatan

Text

Tingkat kesejahteraan petani peserta program peremajaan kelapa sawit rakyat kasus di koperasi petani kelapa sawit jaya bersama Kabupaten Ogan Komering ilir, Sumatera Selatan



Indonesia dengan kekayaan alamnya yang melimpah telah lama dikenal sebagai negara agraris, di mana sektor pertanian memegang peranan penting dalam perekonomian negara. Salah satu komoditas unggulan yang memiliki peran strategis adalah kelapa sawit, yang menjadi sumber devisa utama serta berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan. Penelitian ini menganalisis tingkat kesejahteraan petani peserta Program Peremajaan Kelapa Sawit Rakyat (PSR) di Koperasi Petani Kelapa Sawit (KPKS) Jaya Bersama, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Program PSR bertujuan meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani melalui dukungan teknis, pelatihan, dan insentif keuangan. Dengan menggunakan metode kuantitatif dan analisis deskriptif tabulasi, penelitian ini membandingkan kesejahteraan petani berdasarkan indikator Badan Pusat Statistik (BPS), standar Upah Minimum Provinsi (UMP), dan standar Bank Dunia. Dari populasi 184 petani, sebanyak 90 responden dipilih dengan teknik purposive dengan responden yang tersedia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani kelapa sawit peserta PSR di KPKS Jaya Bersama masih belum mencapai kesejahteraan. Walaupun pendapatan bersih lebih besar dibandingkan biaya total sebesar Rp 1.282.005, namun pendapatan perkapita masih dibawah standar BPS, UMP dan Bamk Dunia. Hal ini disebabkan usia pohon kelapa sawit yang rata-rata masih 5 tahun, sehingga belum dapat berbuah secara maksimal sebagaimana pohon kelapa sawit yang telah berumur 9 tahun ke atas. Produktivitas rata-rata mencapai 17,64 ton TBS per hektar per tahun, masih di bawah standar optimal 23–27 ton. Berdasarkan indikator BPS, sebagian besar petani sudah sejahtera dalam aspek kesehatan, pendidikan, dan ketenagakerjaan sedangkan pendapatan perkapita masih dibawah garis kemiskinan Rp582.932 per bulan, dalam rasio perhitungan standar UMP Rp3.456.874 perbulan, seluruh petani masih belum sejahtera. Pendapatan harian petani juga masih berada dibawah garis kemiskinan global Rp34.791 per hari menurut standar Bank Dunia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PSR memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan petani dalam jangka panjang, meskipun saat ini masih diperlukan upaya peningkatan produktivitas melalui pendampingan teknis, akses benih unggul, dan diversifikasi pendapatan untuk mendukung keberlanjutan kesejahteraan petani.
Kata kunci; Produktivitas Kelapa Sawit;Pendapatan Petani Kelapa Sawit;Kesejahteraan Petani Kelapa Sawit


Ketersediaan

#
Perpustakaan FST (Skripsi) AGR 638 2025
AGR638
Tersedia

Informasi Detail

Judul Seri
-
No. Panggil
AGR 638 2025
Penerbit Prodi Agribisnis Sains Teknologi UIN JKT : Jakarta, Ciputat.,
Deskripsi Fisik
xii,90 Hlm; 28 Cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
638
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


Akses Katalog Publik Daring - Gunakan fasilitas pencarian untuk mempercepat penemuan data katalog