Image of Analisis tataniaga tandan buah segar kelapa sawit di kecamatan KotaPinang dan kecamatan torgamba Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara

Text

Analisis tataniaga tandan buah segar kelapa sawit di kecamatan KotaPinang dan kecamatan torgamba Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Sumatera Utara



Kelapa sawit sebagai komoditas perkebunan memiliki siklus yang terdiri dari TBM (tanaman belum menghasilkan) sampai ke tanaman menghasilkan. Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit menjadi komoditas utama yang dipasarkan ke industri pengolahan CPO. Petani TBS kelapa sawit di Kecamatan Kotapinang dan Kecamatan Torgamba memiliki kendala dalam memasarkan hasil panen, masih banyak petani yang tidak dapat menyalurkan TBS kelapa sawit langsung ke pabrik dikarenakan terkendala hasil buah yang sedіkіt, tidak ada transportasi pribadi serta tіdak memіlіkі SPB (Surat Pengantar Buah) sebagaі syarat TBS bіsa dіterіma dі pabrіk. Petani membutuhkan lembaga tataniaga lain seperti pedagang pengumpul maupun pedagang besar supaya TBS kelapa sawit dapat dibeli oleh pabrik. Hal tersebut membuat petani kelapa sawit memperoleh harga rendah dan minimnya keuntungan dari penjualan TBS kelapa sawit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur dan perilaku pasar, fungsi-fungsi tataniaga, lembaga dan saluran tataniaga, efisiensi tataniaga yang terdiri dari biaya tataniaga, farmer’s share, rasio keuntungan terhadap biaya, serta uji chi square biaya pemasaran, harga jual, harga beli, margin tataniaga TBS kelapa sawit di Kecamatan Kotapinang dengan Kecamatan Torgamba. Penelitian ini menggunakan jenis data kualitatif dan kuantitatif, sumber data primer dan sekunder, metode pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi pustaka, metode analisis yang digunakan adalah margin tataniaga, farmer’s share, rasio keuntungan dan biaya, serta chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur pasar yang terbentuk di tingkat petani yaitu pasar persaingan sempurna, Pada tingkat pedagang pengumpul terbentuk pasar oligopsoni, struktur pasar pada tingkat pedagang besar dan pabrik terbentuk pasar oligopoli. Fungsi-fungsi tataniaga yang dilakukan oleh masing-masing lembaga tataniaga secara keseluruhan terdiri dari fungsi pertukaran, fungsi fisik, dan fungsi fasilitas. Lembaga tataniaga yang terlibat di Kecamatan Kotapinang dan Kecamatan Torgamba adalah petani, pedagang pengumpul, pedagang besar, dan pabrik kelapa sawit. Terdapat dua saluran tataniaga: saluran tataniaga (1) petani – pedagang besar – pabrik kelapa sawit (2) petani – pedagang pengumpul – pedagang besar – pabrik kelapa sawit. Pada penelitian ini saluran tataniaga TBS kelapa sawit di Kecamatan Kotapinang dan Torgamba yang efisien adalah saluran I dengan nilai margin Rp 200/Kg, farmers’s share sebesar 93%, rasio keuntungan terhadap biaya tertinggi dengan nilai 1. Nilai chi kuadrat hitung lebih besar daripada nilai chi kuadrat tabel, maka terdapat perbedaan yang signifikan antara biaya pemasaran, harga jual, harga beli, dan margin tataniaga di Kecamatan Kotapinang dengan Kecamatan Torgamba.
Kata kunci; Tataniaga;Struktur Pasar;Uji Chi Square;Kelapa Sawit


Ketersediaan

#
Perpustakaan FST (Skripsi) AGR 640 2025
AGR640
Tersedia

Informasi Detail

Judul Seri
-
No. Panggil
AGR 640 2025
Penerbit Prodi Agribisnis Sains Teknologi UIN JKT : Jakarta, Ciputat.,
Deskripsi Fisik
xvi,107 Hlm; 28 Cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
640
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


Akses Katalog Publik Daring - Gunakan fasilitas pencarian untuk mempercepat penemuan data katalog