Detail Cantuman
Pencarian Spesifik
Text
Analisis penerapan good manufacturing practices (gmp) pada produksi serbuk jahe instan di ud eni herbal, Kabupaten Banjarnegara
Gaya hidup yang kembali ke alam (back to nature) menyadarkan masyarakat pentingnya penggunaan bahan alami, salah satunya yaitu memanfaatkan bahan alami sebagai bahan dasar pembuatan jamu. Jamu merupakan minuman kesehatan tradisional yang masih eksis hingga saat ini. Bahan untuk membuat jamu menggunakan bahan alami, sehingga perlu dijaga kebersihan dan keamanannya supaya menghasilkan produk jamu yang berkualitas. Saat ini konsumen semakin sadar dan peduli terhadap kualitas dan keamanan produk, maka untuk menjaga kualitas produk yang dihasilkan dan dapat bersaing dengan industri sejenis serta mengurangi resiko dalam produksi perlu adanya persyaratan dasar yang harus dipenuhi pada suatu industri, seperti persyaratan produksi, persyaratan bangunan, lokasi, dan fasilitas serta peralatan produksi dan karyawan. Persyaratan tersebut dapat terpenuhi dengan penerapan Good Manufacturing Practice (GMP). UD Eni Herbal merupakan industri yang bergerak dalam memproduksi jamu atau minuman herbal dengan nama produk Chang Chahe Pletok dan telah mendapatkan sertifikat GMP sejak tahun 2018, namun berdasarkan wawancara dan observasi awal masih ditemukan kesenjangan dari beberapa aspek GMP yang dinilai belum sesuai dengan standar penerapan GMP pada Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 75 Tahun 2010. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui tingkat kesesuaian antara penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) di UD Eni Herbal dengan standar GMP menurut Peraturan Menteri Perindustrian RI Nomor 75 Tahun 2010, (2) Mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan kesenjangan pada penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) di UD Eni Herbal, (3) Merumuskan rekomendasi tindak lanjut yang harus dilakukan untuk perbaikan penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) di UD Eni Herbal. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober – Desember 2024 di UD Eni Herbal. Sumber data menggunakan data primer dan sekunder. Metode analisis data menggunakan (1) gap analysis, (2) diagram sebab-akibat (fishbone diagram), (3) metode 5W+1H. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan GMP di UD Eni Herbal masih harus diperbaiki agar dapat memenuhi persyaratan standar GMP yang sesuai menurut Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 75 Tahun 2010. Berdasarkan hasil pengelompokan ketidaksesuaian GMP ditemukan 11 ketidaksesuaian serius dan 8 ketidaksesuaian kritis. Faktor penyebab ketidaksesuaian penerapan GMP yaitu faktor man, method, machine, dan environment. Terdapat 78 rekomendasi perbaikan yang diusulkan untuk ketidaksesuaian yang terjadi. Prioritas rekomendasi perbaikan yang segera dilakukan terlebih dahulu dipilih berdasarkan kemampuan perusahaan yang dilihat dari kondisi keuangan di UD Eni Herbal.
kata Kunci; GMP;Keamanan Pangan;GAP analysis;Fishbone diagram
Ketersediaan
Informasi Detail
Judul Seri |
-
|
---|---|
No. Panggil |
AGR 641 2025
|
Penerbit | Prodi Agribisnis Sains Teknologi UIN JKT : Jakarta, Ciputat., 2025 |
Deskripsi Fisik |
xiii, 142 Hlm; 28 Cm
|
Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
ISBN/ISSN |
-
|
Klasifikasi |
641
|
Tipe Isi |
-
|
Tipe Media |
-
|
---|---|
Tipe Pembawa |
-
|
Edisi |
-
|
Subjek | |
Info Detail Spesifik |
-
|
Pernyataan Tanggungjawab |
Rizki Adi Puspitasari
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain
Informasi
Akses Katalog Publik Daring - Gunakan fasilitas pencarian untuk mempercepat penemuan data katalog