Detail Cantuman
Pencarian Spesifik
Text
Analisis pendapatan usahatani sayuran hidroponik pada dayfarm, rawakalong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
Urban Farming atau pertanian perkotaan menjadi strategi bagi perkotaan dengan lahan sempit yang kemudian dimanfaatkan untuk menghasilkan bahan pangan sebagai upaya pemenuhan ketersediaan pangan. Pertanian perkotaan memiliki berbagai macam model penerapannya, yaitu aeroponik, vertikultur, aquaponik, serta hidroponik. DayFarm merupakan salah satu usaha sayuran yang menggunakan sistem hidroponik yang berlokasi di Kelurahan Rawakalong, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dengan luas lahan sebesar 400 m2 dengan lubang tanam sebanyak ± 10.000. Untuk menjalankan usaha hidroponik memerlukan dana yang tidak sedikit untuk memproduksi sayuran hidroponik ini, DayFarm sebagai perusahaan belum melakukan evaluasi pendapatan, sehingga keuntungan yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut tidak terlihat secara keseluruhan. Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis total biaya usahatani sayuran hidroponik di DayFarm, (2) menganalisis total pendapatan usahatani sayuran hidroponik di DayFarm, dan (3) menganalisis efisiensi usahatani sayuran hidroponik di DayFarm. Penelitian ini dilaksanakan di kebun DayFarm. Waktu penelitian bulan September hingga Oktober 2024. Jenis penelitian kuantitatif dengan sumber data menggunakan data primer yang diperoleh dengan wawancara kepada pemilik dan tenaga produksi dan observasi langsung di kebun dan data sekunder yang diperoleh dari kepustakaan. Metode penelitian menggunakan alat analisis yaitu klasifikasi biaya, pendapatan usaha, dilanjutkan analisis rasio penerimaan atas biaya (R/C ratio), analisis rasio keuntungan atas biaya (B/C ratio), dan Break Event Point (BEP). Data kuantitatif yang telah dikelompokkan kemudian diolah dengan bantuan software program Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) total biaya usahatani sayuran hidroponik DayFarm dalam satu periode tanam tertinggi terdapat pada komoditas red oakleaf sebesar Rp1.621.204 per periode tanamdan total biaya terendah terdapat pada komoditas romaine sebesar Rp1.306.104 per periode tanam. (2) pendapatan usahatani sayuran hidroponik di DayFarm dalam satu periode tanam tertinggi terdapat pada komoditas selada sebesar Rp2.571.296 per periode tanam dan pendapatan usahatani sayuran hidroponik terendah terdapat pada komoditas caisim sebesar Rp1.210.296 per periode tanam. (3) besar efisiensi usahatani sayuran hidroponik DayFarm dilihat dari nilai R/C ratio menunjukkan bahwa kelima komoditas diketahui telah mencapai angka lebih dari 1 dan nilai B/C ratio yang didapat dari kelima jenis komoditas sayuran diketahui telah mencapai angka lebih dari 0. Adapun hasil BEP volume tertinggi diperoleh pada komoditas pakcoy sebesar 37 kg dan BEP harga jual tertinggi yaitu pada komoditas romaine sebesar Rp28.393/kg.
Kata Kunci Hidroponik;Biaya;Pendapatan
Ketersediaan
Informasi Detail
Judul Seri |
-
|
---|---|
No. Panggil |
AGR 643 2025
|
Penerbit | Prodi Agribisnis Sains Teknologi UIN JKT : Jakarta, Ciputat., 2025 |
Deskripsi Fisik |
xvi, 72 Hlm; 28 Cm
|
Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
ISBN/ISSN |
-
|
Klasifikasi |
643
|
Tipe Isi |
-
|
Tipe Media |
-
|
---|---|
Tipe Pembawa |
-
|
Edisi |
-
|
Subjek | |
Info Detail Spesifik |
-
|
Pernyataan Tanggungjawab |
Rizki Adi Puspitasari
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain
Informasi
Akses Katalog Publik Daring - Gunakan fasilitas pencarian untuk mempercepat penemuan data katalog