Image of Mitigasi risiko budidaya sayuran organik pada kebun salam, Bogor, Jawa Barat

Text

Mitigasi risiko budidaya sayuran organik pada kebun salam, Bogor, Jawa Barat



Budidaya sayuran organik memiliki teknik yang berbeda dengan budidaya sayuran konvensional. Budidaya sayuran organik tidak menggunakan pestisida atau zat kimia lainnya, yang menjadi tantangan dalam budidaya sayuran organik guna menjaga produktivitasnya. Produktivitas menjadi tantangan bagi Kebun Salam yang menerapkan budidaya sayuran organik. Kebun Salam memiliki potensi risiko-risiko mulai dari tahapan persemaian pertanian sampai pemanenan sayuran organik. Risiko-risiko yang ada pada hakikatnya perlu dikendalikan untuk mencapai produktivitas hasil panen yang maksimal. Pengendalian risiko perlu diawali oleh indentifikasi risiko, penyebab, dan agent risiko sehingga dapat diukur probabilitas dan dampak dari risikonya. Setelah itu, dirumuskan mitigasi risiko untuk mengendalikan agen-agen risiko yang terdapat pada Kebun Salam. Berdasarkan uraian diatas, tujuan dari penelitian ini untuk (1) Mengidentifikasi risiko pada proses budidaya sayuran organic di Kebun Salam, (2) Mengukur tingkat risiko pada proses budidaya sayuran organik di Kebun salam, (3) Memetakan risiko budidaya sayuran organik di Kebun Salam, dan (4) Merekomendasikan mitigasi risiko yang dapat diterapkan untuk mengantisipasi risiko pada proses budidaya sayuran organik di Kebun Salam. Penelitian ini dilakukan pada Kebun Salam Bogor, Jawa Barat. Penelitian ini dilakukan dengan melalui riset eksploratif dan riset deskriptif. Data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui proses observasi, wawancara, pengisian kuisioner, dan studi pustaka. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini meliputi fishbone, HOR (House of Risk), dan diagram pareto. Berdasarkan penelitian ini didapatkan 24 kejadian risiko dan 24 penyebab risiko yang terjadi pada proses budidaya sayuran organik pada Kebun Salam. Hasil pengukuran risiko pada proses budidaya sayuran organik di Kebun Salam yang memiliki nilai ARP tertinggi pada persemaian adalah terpapar sinar matahari yang panas dengan kode (A2), pada persiapan lahan adalah persiapan lahan tidak bersih dengan kode (A8), pada penanaman adalah curah hujan yang tinggi dengan kode (A9) pada pemeliharaan adalah benih gulma yang tertinggal pada lahan dengan kode (A19), dan pada panen adalah waktu panen terlalu lama dengan kode(A22). Berdasarkan hasil identifikasi mitigasi risiko yang tepat dan melalui perhitungan pada HOR fase 2, terdapat 13 mitigasi risiko yang dapat direkomendasikan pada Kebun Salam yaitu 2 mitigasi risiko pada proses persemaian, 1 mitigasi risiko pada persiapan lahan, 2 mitigasi risiko pada proses penanaman, 5 mitigasi risiko pada proses pemeliharaan, dan 3 mitigasi risiko pada proses panen.
Kata Kunci:Budidaya;Sayuran Organik;Mitigasi Risiko;Model HOR


Ketersediaan

#
Perpustakaan FST (Skripsi) AGR 621 2025
AGR621
Tersedia

Informasi Detail

Judul Seri
-
No. Panggil
AGR 621 2025
Penerbit Prodi Agribisnis Sains Teknologi UIN JKT : Jakarta, Ciputat.,
Deskripsi Fisik
viii, 114 Hlm; 28 Cm.
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
621
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


Akses Katalog Publik Daring - Gunakan fasilitas pencarian untuk mempercepat penemuan data katalog